![]() |
tribunnews batam/rachta yahya Akibat amukan massa Karimun malam tadi, Kamis (7/1/2016), Kantor Subrayon PLN Tanjung Balai Karimun berantakan. |
Ketua DPRD KarimunHM Asyura kaget saat mengetahui Polres Karimun melanjutkan pengusutan kasus pengerusakan kantor PLN Ranting Tanjungbalai Karimun oleh warga Karimun saat demonstrasipada Kamis (7/1/2016) malam.
Politisi Partai Golkar itu mengaku akan segera berkoordinasi dengan Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya terkait hal tersebut.
"Tak thau juga saya. Nanti lah saya akan coba koordinasi dengan Kapolres," ujar HM Asyura saat dihubungi Tribun Batam, Sabtu (16/1/2016).
Ketika hearing di DPRD Karimun, Jumat (8/1/2016) lalu, disepakati bahwa PLN Ranting Tanjungbalai Karimun tidak akan membuat laporan ke polisi terkait demo anarkis yang berujung pengerusakan kantor PLN Ranting Tanjungbalai Karimun.
Kesepakatan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama diantaranya Kepala PLN Ranting Tanjungbalai Karimun, Dedi Januar, Ketua DPRD Karimun, HM Asyura, Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun, TS Arif Fadillah dan Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya.
Namun belakangan Polres Karimun tetap melanjutkan pengusutan terhadap kasus tersebut.
Bahkan Polres mengincar sedikitnya lima orang warga yang diduga kuat terlibat dalam pengerusakan kantor PLN Ranting Tanjungbalai Karimun tersebut.
"Ada sekitar lima orang yang terindentifikasi mengenai pengerusakan aset negara ini," kata Made, Jumat (15/1/2016).
Rencananya kelima orang tersebut akan dipanggil untuk diperiksa usai acara serah terima jabatan (sertijab) enam perwira Polres Karimun setingkat Kasat dan Kapolsek, Senin (18/1/2016) mendatang. (*)
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Sri Murni


Tidak ada komentar:
Posting Komentar